YOGYAKARTA — Sebanyak 150 dai dan guru ngaji mengikuti kegiatan Buka Bersama dan Pembagian Paket Lebaran yang diselenggarakan di Masjid Markazul Islam, Pesantren Hidayatullah Yogyakarta pada 21 Ramadhan 1447 H atau bertepatan dengan 11 Maret 2026.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Yogyakarta, Baitut Tamwil Hidayatullah (BTH) Yogyakarta, serta PosDai Yogyakarta. Program ini bertujuan untuk mengokohkan peran para dai, khususnya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, sekaligus sebagai bentuk apresiasi kepada para insan dakwah yang berjuang menebarkan risalah Islam di tengah masyarakat.
Acara dibuka oleh Abdullah Munir. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya para dai untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui proses belajar yang berkelanjutan.
Ia juga mengingatkan bahwa seorang dai harus menempatkan kepentingan dakwah di atas kepentingan pribadi.
“Dai harus terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri. Dai tidak boleh mementingkan harta di atas kepentingan dakwahnya,” pesannya kepada para peserta yang hadir.
Kegiatan ini juga diisi dengan tausiyah dari KH Muhammad Syakir Syafii yang memberikan penguatan kepada para dai tentang pentingnya Sistimatika Wahyu sebagai jati diri yang harus terinternalisasi sebagai bekal utama.
Dalam tausiyahnya, ia menekankan bahwa dakwah merupakan amanah besar yang diemban oleh para Nabi. Diperlukan keikhlasan, kesabaran, serta komitmen untuk terus memperbaiki kualitas diri.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama, dilanjutkan dengan pelaksanaan shalat Maghrib berjamaah. Setelah itu, para peserta menerima paket Lebaran sebagai bentuk perhatian dan dukungan kepada para dai dan guru ngaji yang selama ini mengabdikan diri dalam pelayanan dakwah di masyarakat.
Komentar