Di banyak organisasi, sekretaris sering dipahami sebatas pengelola surat dan pencatat rapat. Namun, pandangan itu coba diluruskan dalam Koordinasi Sekretaris DPD Hidayatullah se-DIY dan Jawa Tengah Bagian Selatan yang digelar di Yogyakarta, Selasa (19/05/2026).
Dalam forum yang diikuti 11 peserta tersebut, para sekretaris diajak melihat kembali posisi strategis mereka sebagai penggerak sistem organisasi. Melalui materi “Matriks Fungsi dan Kompetensi Sekretaris”, Ustadz Fuad Fahruddin menjelaskan bahwa sekretaris memiliki peran jauh lebih luas daripada sekadar administrasi kantor.
Sekretaris, menurutnya, harus mampu menjaga alur komunikasi organisasi, mengendalikan administrasi kegiatan, membantu pemetaan persoalan internal, hingga mendukung strategi kehumasan organisasi. Bahkan, dalam matriks kompetensi yang dipaparkan, seorang sekretaris juga dituntut memahami kebijakan publik, jurnalistik, penelitian, dan pengembangan SDM organisasi.
“Sekretaris bukan hanya pelaksana administrasi, tetapi juga penerjemah kebijakan pimpinan dalam sistem organisasi,” demikian semangat yang mengemuka dalam diskusi tersebut.
Suasana koordinasi berlangsung dinamis ketika peserta memasuki sesi workshop pengelolaan website dan berita organisasi bersama Ustadz Mahmud Thorif. Laptop-laptop mulai dibuka, peserta berdiskusi, dan praktik pembuatan website dilakukan secara langsung.
Bagi sebagian peserta, sesi ini menjadi pengalaman baru. Website tidak lagi dipandang sekadar pelengkap organisasi, tetapi sebagai “rumah digital” yang menyimpan identitas, dokumentasi, dan wajah organisasi di ruang publik.
Melalui kegiatan ini, para sekretaris diharapkan tidak hanya tertib dalam administrasi, tetapi juga mampu membangun sistem organisasi yang lebih profesional, komunikatif, dan siap menghadapi tantangan era digital.[]
Komentar