| Photo by djonk creative on Unsplash |
Setiap awal tahun Qamariyah, ingatan umat Muslim dunia kembali tertuju pada peristiwa agung: Hijrah Nabi Muhammad ﷺ dari Makkah ke Madinah Al-Munawwarah
Profesor Muhammad Farid Wajdi dalam ulasannya membedah peristiwa besar ini melalui kacamata ilmu sosial
Lahir dari Lingkungan yang Belum Matang
Secara sosiologis, sebuah masyarakat membutuhkan waktu berabad-abad untuk berevolusi dari kabilah yang terpecah menjadi umat yang solid
Ketika Nabi ﷺ membawa konsep tauhid dan tatanan nilai yang baru, penolakan keras pun muncul
وَعَجِبُوٓا أَن جَآءَهُم مُّنذِرٌ مِّنْهُمْ ۖ وَقَالَ ٱلْكَـٰفِرُونَ هَـٰذَا سَـٰحِرٌ كَذَّابٌ ﴿٤﴾ أَجَعَلَ ٱلْـَٔالِهَةَ إِلَـٰهًا وَٰحِدًا ۖ إِنَّ هَـٰذَا لَشَىْءٌ عُجَابٌ ﴿٥﴾
"Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka sendiri; dan orang-orang kafir berkata: 'Orang ini adalah seorang pesihir yang banyak berdusta'. Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan." (QS. Sad: 4-5)
Resistensi total dari kaum Quraisy ini menjadi bukti nyata bahwa lingkungan tersebut secara psikologis sama sekali belum siap melakukan revolusi moral dari dalam diri mereka sendiri
Perintah Menyampaikan Dakwah Secara Terbuka
Meski menghadapi tekanan, Allah SWT memerintahkan Nabi-Nya untuk keluar dari fase dakwah sembunyi-sembunyi
فَٱصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ ٱلْمُشْرِكِينَ ﴿٩٤﴾ إِنَّا كَفَيْنَـٰكَ ٱلْمُسْتَهْزِءِينَ ﴿٩٥﴾
"Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya Kami memelihara kamu daripada (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokan(mu)." (QS. Al-Hijr: 94-95)
Ayat ini menjadi bahan bakar spiritual bagi Nabi ﷺ untuk terus melangkah, meskipun risiko yang dihadapi adalah ancaman pembunuhan dari kabilahnya sendiri
Komitmen Sukarelawan yang Melawan Logika
Titik balik krusial terjadi saat musim haji, ketika Nabi ﷺ bertemu dengan penduduk Madinah dari suku Aus dan Khazraj
Dari sudut pandang sosiologi, ada keajaiban sosial dalam komitmen ini
Yang pertama, adalah adanya rekonsiliasi kultural, bersatunya faksi Arab (Aus & Khazraj) di bawah kepemimpinan figur Adnan, yang akhirnya meruntuhkan rivalitas sejarah mereka
Keajabiban kedua, adalah munculnya keberanian kolektif. Sekelompok kecil manusia berani memikul risiko menghadapi boikot dan konfrontasi global.
Ketiga, adanya keyakinan akan imbalan transendental. Mereka tidak meminta takhta atau harta, melainkan hanya mengharapkan surga sebagai imbalan
Terwujudnya Janji Kemenangan
Hijrah pada akhirnya menjadi jembatan bagi terwujudnya janji kemenangan
Keberhasilan tak tertandingi dalam hitungan tahun yang singkat ini menegaskan bahwa ada intervensi spiritual dan dukungan Ilahi yang mampu melampaui hukum alam kemanusiaan.
Di akhir zaman, pola sosiologis itulah yang juga sangat dibutuhkan oleh umat Islam sebagai salah satu pilar bangkitnya peradaban. Suatu kerja berat--bahkan keajaiban, yang mustahil tercapai kecuali didasari pada keimanan terhadap wahyu dan ketaqwaan kepada Sang Pencipta. []
Referensi:
- ذكرى الهجرة النبوية - للأستاذ محمد فريد وجدي (مجلة الأزهر عدد المحرم ١٣٥٤ هـ)
Komentar