Rakerwil Mushida DIY–Jateng Selatan 2026 di Yogyakarta Tekankan Penguatan Organisasi dan Kemandirian Kader

Iklan Semua Halaman

Rakerwil Mushida DIY–Jateng Selatan 2026 di Yogyakarta Tekankan Penguatan Organisasi dan Kemandirian Kader




YOGYAKARTA— Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Muslimat Hidayatullah (Mushida) DIY–Jawa Tengah Bagian Selatan telah dilaksanakan pada Jumat–Sabtu, 1–2 Mei 2026 M bertepatan dengan 13–14 Dzulqaidah 1447 H. Kegiatan ini bertempat di Pondok Pesantren Hidayatullah Yogyakarta.


Rakerwil ini diikuti oleh 67 peserta yang terdiri dari unsur Majelis Murabbiyah Wilayah, Pengurus Wilayah, serta perwakilan 13 Pengurus Daerah se-DIY dan Jawa Tengah bagian selatan. Daerah yang terlibat antara lain Sleman, Bantul, Yogyakarta, Magelang, Solo Raya, hingga Cilacap.


Kegiatan ini diselenggarakan sebagai agenda konsolidasi organisasi untuk memperkuat arah gerak Mushida, meningkatkan kapasitas kader, serta merumuskan program kerja wilayah ke depan. Selain itu, Rakerwil juga menjadi sarana evaluasi dan penguatan peran muslimah dalam dakwah dan pemberdayaan umat.


Rangkaian acara berlangsung dalam bentuk sambutan, pengarahan, sesi konsolidasi organisasi, serta pemaparan isu-isu aktual. Sejak awal hingga akhir, forum berjalan dinamis dengan fokus pada penguatan internal dan respons terhadap tantangan eksternal.


Dalam sambutan pembukaan, Ketua PW Mushida DIY–Jateng Bagian Selatan, Aini Sofia Kartika, menegaskan pentingnya transformasi organisasi menuju kemandirian. Ia menekankan bahwa kader perlu mengembangkan unit usaha produktif agar organisasi tidak hanya bergantung pada dukungan eksternal, tetapi mampu mandiri secara ekonomi.


Sementara itu, Pengurus Pusat Mushida, diwakili oleh Sekretaris Jenderal, Zahratun Nahdhah mendorong penguatan konsolidasi jati diri organisasi serta peningkatan sinergi dengan berbagai pihak yang memiliki visi sejalan. Hal ini dipandang penting untuk memperluas dampak program Mushida di tengah masyarakat.


Pada sesi konsolidasi organisasi, Sekretaris DPW Hidayatullah, Muhammad Nur Islam menekankan bahwa keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia di dalamnya. Ia menyampaikan bahwa struktur dan sistem hanya berfungsi optimal jika didukung oleh manusia yang memahami visi perjuangan.


Ia juga menegaskan bahwa kelelahan dalam perjuangan adalah hal yang wajar, namun keberkahan dari perjuangan merupakan tujuan utama yang harus dijaga.


Selain itu, sesi khusus yang membahas isu dunia Islam dan tantangan era digital menyoroti meningkatnya ancaman moral di tengah masyarakat. Paparan tersebut menekankan pengaruh konten digital, gaya hidup, serta sistem ekonomi modern terhadap pembentukan karakter generasi muda.


Dalam sesi ini juga ditegaskan pentingnya peran keluarga, khususnya ibu, sebagai benteng utama dalam menjaga nilai-nilai agama, moral, dan ketahanan generasi.


Rakerwil Mushida DIY–Jateng Selatan 2026 ini diharapkan menghasilkan langkah-langkah strategis yang lebih konkret, terutama dalam penguatan organisasi, dakwah, serta pemberdayaan ekonomi perempuan muslimah di wilayah tersebut. []