| Gambar: Kantor Staf Presiden |
Dalam pertemuan tersebut, Presiden menegaskan bahwa Indonesia akan keluar dari BoP apabila forum yang dibentuk di bawah pengaruh
Amerika Serikat itu tidak mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Pernyataan ini mendapat tanggapan positif dari sejumlah pihak yang menilai langkah tersebut sebagai upaya menjaga kedaulatan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.
Muhammad Isnaeni, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Hidayatullah, menilai alasan untuk meninggalkan BoP sudah sangat kuat dan nyata. Ia menekankan bahwa jargon perdamaian yang selama ini dipromosikan pihak Amerika Serikat, khususnya di era pemerintahan Donald Trump, sudah kehilangan kredibilitasnya.
“Jika tak ada lagi kemaslahatan bagi Palestina, Indonesia sebaiknya segera menyatakan keluar. Ini menjadi exit door yang jelas bagi bangsa kita,” ujar Isnaeni.
Isnaeni juga menyoroti eskalasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang menurutnya merupakan bagian dari rangkaian penindasan terhadap rakyat Palestina. Ia menegaskan bahwa Indonesia perlu mengambil sikap tegas dalam kebijakan luar negeri agar konsisten dengan prinsip keadilan global dan solidaritas umat Islam sedunia.
Pertemuan di Istana Negara menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk berpihak pada keadilan global, sekaligus menekankan bahwa setiap langkah diplomasi akan dipertimbangkan berdasarkan manfaat nyata bagi rakyat Palestina.
Sumber: Hidayatullah.or.id
Komentar