Rakernas Muslimah Hidayatullah: Dakwah Tak Ada Artinya Tanpa Mencetak Kader


Muslimat Hidayatullah menggelar Rapat Kerja (Raker).  Pembukaan Rapat Kerja Muslimat Hidayatullah pada Sabtu (5/03/2022), dengan tema “Konsolidasi Jati Diri, Wawasan dan Organisasi Demi Terwujudnya Standardisasi, Sentralisasi, dan Integrasi Sistemik,” yang digelar di Aula Gedung Dakwah Hidayatullah, Cipinang, Jakarta.

Rakernas dengan target optimalnya kinerja seluruh PW dan terwujudnya kemandirian ekonomi berbasis keumatan ini. Raker dihadiri Pengurus Pusat Mushida, Pengurus Inti Wilayah Mushida 34 Provinsi, dan Kepala PAUD/TK Kampus Utama Hidayatullah.

Pembukaan Rakernas diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Ketua Panitia Pelaksana, Ustadzah Mutiah Najwati, S.H.I. “Eksistensi dan keberadaan Muslimat Hidayatullah diharapkan mampu menjadi penggerak dalam membangun keluarga Qur’ani menuju peradaban Islam,” ungkap Mutiah.

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Ketua Departemen Keputrian PP Muslimat Hidayatullah ini menyampaikan bahwa dibutuhkannya kerja ikhlas dan kerja cerdas dalam berorganisasi demi terwujudnya organisasi yang maju dan progresif.  “Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada panitia dan seluruh pihak yang telah berkontribusi moril maupun materiil dalam penyelenggaraan acara Rakernas, semoga berjalan dengan sukses dan berkah,” pungkasnya.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah, Ustadzah Hani Akbar S.Sos.I yang menyebutkan bahwa amanah yang ada saat ini harus dilaksanakan dengan baik sampai pada waktu yang ditentukan.  “Ketahanan ekonomi dalam keluarga sangat diperlukan, juga ketahanan dalam berislam,” imbuhnya.

Rapat Kerja Nasional Muslimat Hidayatullah resmi dibuka oleh Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH Dr. Nashirul Haq, Lc., MA. “Rapat kerja dalam kesempatan ini mengutamakan sinkronisasi dan konsolidasi. Program kerja yang dicanangkan oleh Mushida adalah program yang mengacu pada kebijakan strategis dan program kerja lima tahunan yang diturunkan pada program tahunan,” ucapnya dalam sambutan.

Nashirul juga mengingatkan bahwa setiap orang harus memulai sesuatu dari cita-cita akhir yang sudah ditanamkan dalam pikiran kita.  “Apa yang menjadi pikiran besar itulah yang menjadi semangat. Allahu yarham KH. Abdullah Said dan bertahan di sebuah hutan belantara selama puluhan tahun karena adanya sebuah visi yang besar,” imbuhnya.

Begitu juga dengan Rasulullah dan sahabat yang berkorban jiwa raga dalam keadaan suka dan duka, tetap teguh dalam ajaran Islam karena sebuah visi.   “Dalam mewujudkan visi Hidayatullah adalah dengan mencetak kader yang berkualitas. Selain itu, perlu memperhatikan aspek tarbiyah dan dakwah yang seimbang.”

Ia juga menegaskan bahwa dakwah tidak ada artinya tanpa mencetak kader. Untuk itu, organisasi harus dekat dengan elemen umat. Dalam mengemban amanah di Hidayatullah terdapat empat kekuatan yang dibutuhkan yaitu kekuatan spiritual, intelektual, material, dan manajerial.

Acara pembukaan Rakernas Muslimat Hidayatullah dirangkai dengan peresmian kantor PP Mushida oleh Dr. Nasirul Haq. Selain itu juga dihelat pameran produk Mushida oleh Ustadzah Hani Akbar, presentasi produk kecantikan SKN 8 serta penandatanganan MoU, presentasi STIE Hidayatullah serta penandatanganan MoU, dan penyerahan Mushida Award kepada PW Mushida terpilih.

Rapat Kerja Muslimat Hidayatullah berlangsung pada hari Sabtu-Ahad (5-6 Maret 2022). Tujuan penyelenggaraan Rakernas Muslimat Hidayatullah ialah tersosialisasikannya program kerja dalam mencapai visi misi organisasi dan meningkatkan ukhuwah Islamiyah di antara kader Muslimat Hidayatullah.

Muslimat Hidayatullah adalah organisasi pendukung dari organisasi Induk Hidayatullah yang memiliki fungsi dan peran untuk mensukseskan gerakan mainstream organisasi yaitu tarbiyah dan dakwah.*/Arsyis M

Sumber : www.hidayatullah.com

0 Response to "Rakernas Muslimah Hidayatullah: Dakwah Tak Ada Artinya Tanpa Mencetak Kader"

Posting Komentar