Pebisnis asal Amerika Elon Musk menerima undangan Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu untuk mengunjungi ‘Israel’ di tengah kecaman masyarakat dunia terhadap entitas zionis.
Kantor Netanyahu menyatakan perdana menteri zionis tersebut bertemu dan menyampaikan undangan kepada pria terkaya di dunia 2025 itu untuk menghadiri Konferensi Transportasi Cerdas pada Maret tahun depan.
Dalam pertemuan tersebut keduanya membahas kerja sama yang sedang berlangsung dengan Tesla dan upaya legislatif terkait kendaraan otonom.
Menurut pernyataan tersebut, Netanyahu dan Musk membahas perluasan pengembangan kecerdasan buatan di ‘Israel’.
Melansir TRT pada Selasa (30/12/20250), ini menandakan kerja sama yang lebih dalam di bidang transportasi dan kecerdasan buatan antara kedua pihak.
Kemarahan atas ‘Israel’
Elon menerima undangan tersebut meski penjajah ‘Israel’ sedang menghadapi kemarahan global atas perang genosidanya di Gaza, yang sejak Oktober telah membunuh lebih dari 71.200 warga Palestina.
Serangan tersebut telah menghancurkan infrastruktur wilayah tersebut dan menyebabkan sebagian besar penduduknya mengungsi.
Meskipun gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober, ‘Israel’ terus membatasi penyeberangan perbatasan, membatasi masuknya bantuan kemanusiaan dan material yang dibutuhkan untuk rekonstruksi, menurut pejabat Gaza dan kelompok bantuan.
Netanyahu juga berada di bawah tekanan hukum yang meningkat di luar negeri.
Pada November 2024, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuknya dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait konflik Gaza.*
Sumber www.hidayatullah.com
.png)
Komentar