Boikot Israel, Atlet Motosurf Kuwait Mengundurkan Diri dari Turnamen

Iklan Semua Halaman

Boikot Israel, Atlet Motosurf Kuwait Mengundurkan Diri dari Turnamen

Thorif
Senin, 07 Maret 2022


Atlet motosurf Kuwait Abdul Razzaq Al-Baghli mengundurkan diri dari Kejuaraan Motosurf Internasional Emirates karena tidak ingin bersaing dengan atlet dari Zionis ‘Israel’. Keputusan itu sebagai bentuk boikot terhadap entitas Zionis ‘Israel’.

Tiga puluh empat atlet dari berbagai negara ikut serta dalam kejuaraan yang dimulai pada Sabtu di ibukota UEA, Abu Dhabi.

Dalam video yang dibagikan di media sosial, Al-Baghli menjelaskan bahwa keputusannya untuk mundur dari turnamen olahraga air itu sesuai dengan sikap Kuwait yang “selalu mendukung perjuangan Palestina”.

Lihat Vidio KLIK DI SINI

Tariq Al-Shaya, anggota Komite Koordinasi Tertinggi Kuwait untuk Anti-Zionisme dan Normalisasi, memuju keputusan olahragawan tersebut: “Keputusan Al-Baghli adalah sikap yang akan diukir dalam catatan sejarah dengan huruf emas.”

“Pengusiran penjajahan Zionis dimulai dengan isolasi internasional, yang telah dilakukan oleh atlet Kuwait dalam kompetisi tim dan individu.”

Seluruh atlet Kuwait boikot ‘Israel’

“Pesan yang disampaikan seluruh atlet Kuwait di semua bidang (olahraga) adalah bahwa Palestina akan bertahan, penjajahan kalian akan runtuh, dan Yerusalem akan tetap menjadi ibu kota Palestina untuk selamanya,” ujar Al-Shaya.

Anggota Majelis Nasional Kuwait, Ahmed Al-Hamad, menambahkan bahwa mundurnya Al-Baghli dari kompetisi motosurf “menegaskan keyakinan kami pada pemuda Kuwait kami, yang sadar akan sikap negara mereka.”

“Keputusan Al-Baghli menunjukkan sikap Kuwait yang tegas dan kuat terhadap entitas Zionis – itu adalah jawaban langsung kepada semua orang yang menuntut normalisasi sebelum dipulihkannya hak-hak rakyat Palestina,” tandas Ahmed.

Al-Baghli bergabung dalam daftar atlet Kuwait yang lakukan boikot dan menolak menghadapi lawan ‘Israel’. Baru-baru ini, petenis berusia 14 tahun, Muhammad Al-Awadi, mengundurkan diri dari turnamen internasional yang diadakan di Uni Emirat Arab.

Israel menggunakan event olahraga dan budaya yang digelar secara internasional sebagai sarana sportwashing pelanggaran hak asasi manusianya.

Sportwashing adalah praktik individu, kelompok, perusahaan, atau negara-bangsa yang menggunakan olahraga untuk meningkatkan reputasi mereka yang tercoreng, melalui penyelenggaraan acara olahraga, pembelian atau sponsor tim olahraga, atau dengan partisipasi dalam olahraga itu sendiri.

Atlet Arab lainnya telah mengambil sikap publik yang berbeda terhadap normalisasi hubungan dengan kedok diplomasi dalam sportivitas.

Tahun lalu, pecatur Mauritania, Abdel Rahim Al-Talib Muhammad, mengundurkan diri dari Piala Dunia Junior setelah dia akan menghadapi pemain ‘Israel’.

Judoka Aljazair Fethi Nourine mengundurkan diri dari nomor 73kg putra di Olimpiade Tokyo setelah dia tahu dia harus menghadapi atlet ‘Israel’ Tohar Butbul di babak kedua.

Kuwait mempertahankan sikap yang konsisten dalam menentang normalisasi dengan Zionis ‘Israel’. Pada tahun 2020, setelah Perjanjian Abraham ditandatangani antara Israel dan negara-negara Teluk, UEA dan Bahrain, 37 anggota parlemen Kuwait mendesak pemerintah mereka untuk mengutuk langkah tersebut.*

Rep: Nashirul Haq
Editor: Bambang S
Sumber : www.hidayatullah.com